Latar Belakang 

Ice pack mulai digunakan di Indonesia sejak tahun 1990 untuk penjualan dan pengiriman es krim. Kami selaku produsen bahan ice pack berawal dari industri es krim rumahan selama tiga generasi. Kami menganalisa bahwa Ice pack sangat bermanfaat untuk beragam frozen food, namun dari seluruh industri yang berhubungan dengan rantai dingin, 90% pengguna ice pack masih berasal dari industri es krim. Hal ini disebabkan oleh faktor harga yang tinggi untuk pengadaan ice pack. Ketergantungan industri es krim terhadap ice pack membuat industri ini tetap menggunakannya sebab jika dibanding dengan menggunakan es batu dan garam untuk menjaga kebekuan es krim, penggunaan ice pack tetap jauh lebih murah karena ice pack dapat dipakai berulang-ulang dalam waktu panjang.

Harga ice pack dengan kualitas sedang dan baik di pasaran berkisar antara Rp.24.000 s/d Rp.60.000 per 500 ml. Bagi industri frozen food (selain es krim) untuk pengadaan ice pack dari harga terendah dipasaran juga masih terbilang mahal mengingat untuk menjaga kebekuan 100 kg ikan atau daging selama 24 - 36 jam membutuhkan 70 botol ice pack per 500 ml.

 

Kami menemukan bahwa ice pack dengan daya dingin optimal merupakan ice pack impor. Akan tetapi ice pack impor memiliki kelemahan pada proses pembekuan dimana ice pack membutuhkan freezer khusus dengan temperatur -80°C untuk dapat membeku. Oleh karena itu sejak 2007 hingga 2015 kami melakukan riset untuk menciptakan bahan ice pack siap olah (premix) yang dapat dibekukan dengan freezer umum yang tersedia di semua toko elektronik rumah tangga. Dimana freezer umum rata-rata hanya bertemperatur antara -20°C s/d -26°C namun ice pack tetap dapat membeku dan menghasilkan dingin hingga -24°C.

Friz Jel diciptakan agar harga ice pack menjadi lebih terjangkau bagi semua pelaku usaha yang memiliki ketergantungan pada rantai dingin. Informasi lebih lanjut pilih melalui daftar menu atau klik pintasan dibawah ini:

  • Black Facebook Icon
  • Black Google+ Icon
  • Instagram Social Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black LinkedIn Icon